Kamis, 11 Desember 2014

Referendum dan skotlandia

Referendum

Referendum
 (dari bahasa Latin) atau jajak pendapat adalah suatu proses pemungutan suara semesta untuk mengambil sebuah keputusan[1], terutama keputusan politik yang memengaruhi suatu negara secara keseluruhan, misalnya seperti adopsi atau amendemen konstitusi atau undang-undang baru, atau perubahan wilayah suatu negara.
Pada sebuah referendum, masyarakat yang memiliki hak pilih dimintai pendapatnya. Hasil referendum bisa dianggap mengikat atau tidak mengikat. Sebuah referendum dianggap mengikat apabila pemerintah harus mengikuti seluruh jawaban rakyat yang ada dalam hasil referendum. Apabila referendum tidak mengikat, berarti referendum itu hanya digunakan sebagai fungsi penasihat saja, dimana hasil yang ada tidak harus diikuti, namun menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
Pada umumnya, terdapat dua jenis referendum, yaitu referendum legislatif dan referendum semesta. Referendum legislatif dilakukan apabila suatu adopsi atau amendemen konstitusi atau undang-undang baru mewajibkan adanya persetujuan rakyat seluruhnya. Sedangkan referendum semesta adalah sebuah aksi referendum yang diselenggarakan berdasarkan kemauan rakyat, yang didahului oleh sebuah aksi demonstrasi atau petisi yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas[2].
















Apa Itu Skotlandia?

Rabu, 17 September 2014 | 22:27 WIB

GLASGOW, KOMPAS.com — Pada Kamis (18/9/2014), rakyat Skotlandia akan memasuki tahapan bersejarah, yaitu memberikan suara dalam referendum yang bisa jadi akan membuat Skotlandia terpisah dari Inggris Raya setelah 300 tahun menjadi bagiannya.

Sayangnya, tak banyak yang mengetahui apa itu Skotlandia, kecuali mungkin dua klub sepak bola, Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers. Berikut sekilas informasi tentang Skotlandia.

Apa itu Skotlandia?

Skotlandia, yang berpenduduk hampir 5 juta jiwa, adalah salah satu negara tertua di dunia. Negeri ini sudah menjadi satu bangsa di bawah kepemimpinan Raja Kenneth MacAlpin pada 843 Masehi.

Skotlandia menjadi negara independen selama 800 tahun hingga akhirnya bergabung dengan Inggris Raya pada 1707.

Saat Inggris menghadapi perang melawan Perancis pada awal abad ke-18, London memblokir perdagangan dan menyita properti milik orang Skotlandia di wilayah selatan, kecuali mereka sepakat membentuk satu negara kesatuan.

Setelah melalui perdebatan sengit dan kekerasan di Skotlandia, parlemen Skotlandia dan Inggris dibubarkan pada 1 Mei 1707 dan digantikan dengan sebuah parlemen Inggris Raya.

Apa perbedaan Skotlandia dari wilayah Inggris Raya lainnya?

Skotlandia memiliki sistem hukum sendiri dan Gereja Nasional Skotlandia mendapat jaminan di bawah Akta Persatuan (Act of Union).

Meski demikian, semua masalah keuangan dan moneter dikendalikan pemerintah di London dan Bank of England yang didirikan seorang Skotlandia, William Patterson, pada 1694.

Bukankah Skotlandia memiliki parlemen sendiri?

Keinginan untuk memiliki otonomi lebih besar di Skotlandia menuntun gelaran referendum pada 1997 untuk menghidupkan kembali parlemen Skotlandia di Edinburgh. Ide itu didukung 74,3 persen pemberi suara dan pada 1999 parlemen Skotlandia kembali beroperasi. 

Politisi veteran, Winnie Ewing, memimpin dan membuka sidang pertama parlemen Skotlandia yang baru. "Sidang parlemen Skotlandia yang ditunda pada 25 Mei 1707 kembali digelar," ujar Ewing.

Anggota parlemen Skotlandia bisa merancang undang-undang pendidikan, anggaran kesehatan, perumahan, turisme, transportasi, dan beberapa hal lainnya. Namun, mereka tak memiliki kendali atas masalah imigrasi, pertahanan, kebijakan luar negeri, ketenagakerjaan, perdagangan, energi, dan keuangan.

Sebagian besar anggaran yang digunakan parlemen Skotlandia diperoleh dari Pemerintah Inggris Raya.

Apa saja kekuatan ekonomi Skotlandia?

Inggris Raya menghasilkan 75 persen minyak mentah Uni Eropa dan 90 persen dari hasil itu diperoleh di perairan Skotlandia. Demikian ungkap Pusat Riset Gabungan Komisi Eropa.

Berdasarkan data 2012, Pemerintah Skotlandia menyatakan, minyak mentah hasil negeri itu menyumbang 39,5 miliar dollar AS untuk perekonomian Inggris Raya.

Selain minyak, Pemerintah Skotlandia yakin negeri itu bisa memproduksi hingga 25 persen energi angin dan ombak serta 10 persen energi gelombang laut untuk Uni Eropa.

Ekspor Skotlandia bernilai sekitar 100 miliar poundsterling setahun, termasuk 11 miliar poundsterling dari jasa finansial, serta hampir 9 miliar poundsterling dari sektor makanan dan minuman, termasuk wiski.

Apa yang sudah disumbangkan Skotlandia untuk dunia?

Pengaruh Skotlandia untuk dunia sangat besar, bahkan jauh lebih besar dari luas wilayahnya.

Deklarasi Arbroath, yang merupakan deklarasi kemerdekaan Skotlandia pada 1320, memberi pengaruh besar terhadap kemerdekaan AS.

Sebuah salinan langka manuskrip deklarasi Skotlandia itu diberikan kepada Arsip Nasional AS oleh Pemerintah Skotlandia pada 2011 sebagai penghargaan untuk Pemerintah AS yang meresmikan 6 April sebagai Hari Tartan di AS.

Selama berabad-abad, para insinyur, pemikir, dan pebisnis Skotlandia membantu membangun dunia modern. James Watt menciptakan mesin uap, Sir Alexander Fleming menemukan penisilin, Jong Logie Baird menjadi pionir televisi, dan Alexander Graham Bell menemukan telepon. 

Bahkan, mantan PM Inggris Winston Churchil mengakui pengaruh dan sumbangan Skotlandia untuk dunia modern. "Dari semua negara kecil di dunia, mungkin hanya Yunani yang melampaui Skotlandia dalam hal sumbangan untuk kemanusiaan," kata Churchill.

Referendum Skotlandia Akan Guncang Inggris?

Tanggal 18 September 2014 bisa jadi lembaran baru dalam 300 tahun sejarah Inggris Raya. Warga Skotlandia melaksanakan referendum untuk menentukan kemerdekaannya. Berikut beberapa fakta menarik.
http://www.dw.de/image/0,,17903811_303,00.jpg
Apakah Skotlandia Langsung Merdeka Setelah Perhitungan Suara?
Referendum 18 September akan menjaring suara pemilih Skotlandia, apakah mereka setuju memisahkan diri dari Inggris dan menjadi negara sendiri. Jika mayoritas memberi suara "Yes", persiapan kemerdekaan baru mulai dilakukan. Jadi Skotlandia tidak langsung merdeka. Berbagai agenda politik dan ekonomi harus dirintis memasuki masa transisi. Deklarasi kemerdekaan dijadwalkan pada 24 Maret 2016.
Apakah Skotlandia merdeka otomatis jadi anggota Uni Eropa dan NATO?
Ini memang kasus baru yang belum punya preseden di Uni Eropa. Apa yang terjadi jika terjadi perpecahan di satu negara anggota? Referendum kemerdekaan Skotlandia dilaksanakan berdasarkan persetujuan pemerintah Inggris, jadi bukan berasal dari gerakan separatis bersenjata. Jika Skotlandia merdeka, mereka harus mengajukan permohonan keanggotaan baru ke Uni Eropa dan NATO. Ini proses yang bisa makan waktu bertahun-tahun.
Apa artinya kemerdekaan Skotlandia bagi Eropa?
·         Bildergalerie Schottland Unabhängigkeit

SKOTLANDIA PISAHKAN DIRI DARI INGGRIS?

Antara Harapan dan Kecemasan

Skotlandia bisa menjadi negara independen. Ini akan menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi Inggris, melainkan juga bagi Eropa dan NATO.
Banyak negara Eropa yang memandang ke Inggris dengan cemas.
Dibandingkan dengan Inggris, warga Skotlandia lebih pro Eropa.
Seandainya Skotlandia memisahkan diri, kemungkinan besar mayoritas warga Inggris akan menolak Uni Eropa.
Tahun 2017, Inggris rencananya akan melaksanakan referendum tentang keanggotaannya di Uni Eropa.
Tanpa pemilih Skotlandia, kemungkinan para penentang Uni Eropa akan berada di atas angin.
Sinyal bagi gerakan separatis lain?
Jika Skotlandia berhasil melepaskan diri dari Inggris, ini bisa menjadi sinyal kepada gerakan separatis lain di Eropa. Di Spanyol dan Belgia misalnya, ada gerakan politik yang cukup besar yang menuntut pemisahan diri. Bagi Inggris, keberhasilan Skotlandia bisa memicu tuntutan serupa di Irlandia Utara.
Apa mata uang yang akan digunakan Skotlandia?
Jika merdeka, Skotlandia tetap ingin menggunakan mata uang Poundsterling Inggris, setidaknya sampai pertengahan 2016. Setelah itu, Inggris menolak Poundsterling dipakai di Skotlandia. Tokoh politik Skotlandia Alex Salmond menerangkan, ia tetap ingin Poundsterling sebagai mata uang acuan. Dengan Poundsterling, Skotlandia tidak perlu mendirikan Bank Sentral atau mencetak uang sendiri.
Apa yang terjadi dengan utang Inggris saat ini?
Pemerintah Inggris di London mengisyaratkan kesediaan mereka untuk mengambil alih semua utang Inggris saat ini sebagai langkah pertama. Setelah suatu masa transisi, Inggris ingin Skotlandia "mengambil alih sebagian utang negara dengan porsi yang adil". Belum jelas bagaimana menghitung pembagian utang itu. Bisa dilakukan misalnya sesuai perbandingan produk domestik brutto per kawasan, atau sesuai perbandingan jumlah penduduk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar