Kamis, 11 Desember 2014

seni rupa

1.      budaya ?
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
v  Menurut :  Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang komplek, yang didalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesiangan, moral, hukum, adat istidat, dan kemampuan-kemapuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
o   M. Jacobs dan B.J. Stren
Kebudayaan mencangkup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideology, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial
o   Koentjaraningrat
Adalah seluruh system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dalam bersikap dan berprilaku , baik secara individu maupun kelompok .
Pendapat pribadi : budaya adalah adat istiadat yang diturunkan dari tradisi masyarakat  dahulu kepada anak cucunya, dan masih dipertahankan hingga sekarang.

2.      Tinjauan seni dan budaya dalam peradaban perkembangan seni rupa di Indonesia

·         Tinjauan Karya Seni Rupa Indonesia Islam 

Latar Belakang Kebudayaan
Pada saat Islam datang ke tanah air, terdapat kerajaan-kerajaan yang bercorak Indonesia-Hindu. Sebenarnya Islam sudah dikenal sejak abad ke 7 di Indonesia, namun baru memiliki kekuasaan politik dengan berdirinya kerajaan bercorak Islam baru terjadi abad ke 13 M. Penyebaran ajaran Islam dipermudah dengan di datangkannya guru-guru Islam. Penyebaran Islam melalui Tasawuf lebih memudahkan terutama bagi masyarakat yang dulunya mempunyai dasar-dasar ketuhanan. Proses Islamisasi berjalan melalui tingkat golongan raja dan bangsawan, hal tersebut mempercepat berkembangnya Islam di Indonesia. Berdasarkan cerita tradisional dan sumber-sumber yang dianggap sebagai pembawa dan penyebar agama Islam di tanah Jawa adalah para wali yang kemudian terkenal dengan sebutan Wali Songo (SembilanWali).

·         Pembagian Sejarah Kesenian Indonesia Islam

Pembagian sejarah kesenian Indonesia
Islam mengalami kesulitan karena penelitian terhadapa karya senirupa pada zaman Islam belum diadakan secara intensif dan teru menerus seperti halnya seni rupa dari zaman Hindu. Kemudian seni rupa Islam di Indonesia karena bebrapa hal kehilangan bentuk kontinuitasnya tidak seperti yang terdapat pada negara Islam lainnya. 

·         Ciri ciri Seni Rupa Indonesia Islam

Ciri-ciri seni rupa Indonesi
Islam dibagi menjadi tiga yaitu dilihat dari kedudukan seniman, perana tradisi seni asing non Islam dan Langgam dalam Seni Indonesia Islam.
 Seni Bangunanan.
Pendahuluan Sebuah bangunan akan kehilangan makna apabila tidak didukung oleh faktor estetika atau keindahan. Karya seni bangunan Indonesia pada zaman Islam meliputi bangunan masjid dan makam sebagai bangunan sakral dan istana atau tempat tinggal tokoh terkemuka sebagai bangunan profan.

·         KEDUDUKAN SENI RUPA BARU
Seni rupa kontemporer Indonesia baru dirintis sekitar satu setengah abad yang lalu. Seni rupa kontemporer Indonesia merupakan bentuk kreatifitas baru sebagai prakarsa termuda dalam bidang kesenirupaan Indonesia, yang dirintis oleh seorang putra Indonesia di masa penjajahan yang penuh kegelapan. Seni rupa kontemporer bertujuan mengisi jiwa manusia yang memandangnya untuk memperoleh kekayaan makna dan keindahan bathiniah yang mendalam melalui hasi-hasil bentuk dari para kreativitaas artistik di jaman modern ini. Karya seni rupa kontemporer Indonesia diwujudkan dalam barbagai tema, melalui pengolahan gaya lama maupun baru, dengan media yang lama dan baru pula. Berkembang dari melukiskan segala sesuatu yang berwujud nampak sampai kepada yang abstrak.

·         Masa Perintis Seni Rupa Kontemporer Indonesia
Perintis Seni Rupa Kontemporer Indonesia dimulai abad ke 19 oleh Raden Saleh yang berkesempatan belajar di Belanda dan melukis dengan gaya naturalisis

·         Periode Seni Lukis Indonesia Molek
Sejak wafatnya Raden Saleh, seni lukis Indonesia mengalami kekosongan selama 30 tahun sampai pada akhirnya disambung kembali oleh Abdullah Suryosubroto, Wakidi, dan Basuki Abdullah yang bermahzab hindia molek. Di zaman ini juga muncul seorang pelukis yang berasal dari Nederland yaitu Rudolf Bonet. Rudolf Bonet merupakan tokoh penting dalam perkembangan seni lukis di Bali. Ia menetap secara kontinu di bali dan mendirikan perkumpulan “Pita Maha” di Ubud Bali sebagai pusatnya. Disana dia memasukan pandangan barunya tentang melukis anatomi realistis dengan komposisi yang disederhanakan. Dia juga mengajak para pelukis disana untuk melukiskan tema kehidupan sehari-hari. Demikian juga pemakaian warna-warna yang tidak primer. Karena sebelumnyapara pelukis bali terbatas hanya dengan pemakaian warna-warna biru dan merah disamping penggunaan tinta cina dan penambahan prada emas.

·         Berdirinya PERSAGI

PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) didirikan pada 23 Oktober di Jakarta, dengan ketua Agus Djaya dan sekretaris Sudjojono. Perkumpulan ini didirikan guna melahirkan corak persatuan nasional. Namun hanya bertahan sampai 4 tahun saja sampai pada berakhirnya penjajahan belandadan masuknya penjajahan Jepang di Indoneia. PERSAGI beranggotakan: Emiria Sunassa, GA Sukirno,Sudiarjo, Herbert Hutagalung, S. Tutur, Suromo, Surono, Oton Laksmana, Ramli, Sumitro, Suaeb, Ateng Rusyan, Saptarita dan Abdusalam.

·         Seni Lukis Indonesia Pada Zaman Pendudukan Jepang 1942-1945
Di zaman kependudukan Jepang yang hanya seumur jagung itu berdiri sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang, “POETRA” dengan tujuan menarik simpati masyarakat Indonesia. Di dalamnya terdapat bagian yang bernama “Bagian Kebudayaan” yang dipimpin oleh Sudjojono.

3.      Jelaskan visual komunitatif dalam pengertian visual

Ø  Karena warna dapat dilihat dan bisa melambangkan sesuatu
Ø  Karena warna dapat digunakan dan dapat disepakati sebagai symbol-simbol sesuatu contahnya, warna  kuning tanda keagungan atau kematian
Ø  Karena warna dapat menghidupkan rasa ketika orang melihat
Ø  Warna Harmonis, warna diterapkan secara naturalis seperti warna yang nampak di alam, misalnya daun berwarna hijau, langit berwarna biru, bunga berwarna merah, dsb.
Ø    Warna Heraldis, warna yang digunakan dalam pembuatan symbol atau lambing,     misalnya : merah berarti berani, putih berarti suci, biru berarti damai, hijau berarti sejuk, kuning berartijaya, ungu berarti berkabung, dll.
Ø   Warna Murni, penggunaan warna secara bebas tidak terikat oleh alam atau makna    tertentu, misalnya pada karya-karya seni modern.
4.       Tuliskan ciri perkembangan seni rupa modern

a.       Aliran Neo-klasikisme
Ciri-cirinya :
·         Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis
·         Bentuk selalu seimbang dan harmonis
·         Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis
·         Berisi cerita lingkungan istana dan cenderung dilebih-lebihk
b.      Aliran Romantisme
Ciri-cirinya :
·         Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
·         Warna bersifat kontras dan meriah dan pengaturan komposisi dinamis
·         Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan
·         Kedahsyatan melebihi kenyataan
c.       Aliran realisme
Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, selalu melukisan apa saja yang dijumpainya tanpa bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahannya.
d.      Aliran naturalisme
Aliran naturalisme adalah aliran yang berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan naturalisme selalu bertemankan keindahan alam dan isinya.
e.       Aliran impresionisme
Impresionisme adalah aliran lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail, biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan Nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu dan sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca , karena melukis dilakukan diluar studio.
f.       Aliran ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan kearah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan.


5.      Sebutkan dan jelaskan perkembangan seni rupa di Indonesia ?

   a. Seni Rupa Prasejarah Indonesia
Jaman prasejarah (Prehistory) adalah jaman sebelum ditemukan sumber – sumber atau dokumen – dokumen tertulis mengenai kehidupan manusia. Latar belakang kebudayaannya berasal dari kebudayaan Indonesia yang disebarkan oleh bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda. Agama asli pada waktu itu animisme dan dinamisme yang melahirkan bentuk kesenian sebagai media upacara (bersifat simbolisme).
b. Seni Rupa Indonesia Hindu
Kebudayaan Hindu berasal dari India yang menyebar di Indonesia sekitar abad pertama Masehi melalui kegiatan perdagangan, agama dan politik. Pusat perkembangannya di Jawa, Bali dan Sumatra yang kemudian bercampur (akulturasi) dengan kebudayaan asli Indonesia (kebudayaan istana dan feodal). Prose akulturasi kebudayan India dan Indonesia berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang lama, yaitu dengan proses:
§ Proses peniruan (imitasi)
    § Proses Penyesuaian (adaptasi)
§ Proses Penguasaan (kreasi)

c. Seni Rupa Indonesia Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 M oleh para pedagang dari India, Persia dan Cina. Mereka menyebarkan ajaran Islam sekligus memperkenalkan kebudayaannya masing – masing, maka timbul akulturasi kebudayaan.

Seni rupa Islam juga dikembangkan oleh para empu di istana – istana sebagai media pengabdian kepada para penguasa (Raja/Sultan) kemudian dalam kaitannya dengan penyebaran agama Islam, para walipun berperan dalam mengembangkan seni di masyarakat pedesaan, misalnya da’wah Islam disampaikan dengan media seni wayang

d. Seni Rupa Indonesi Modern
         
Seni Rupa Modern adalah suatu karya seni rupa yang merupakan hasil kreativitas untukmenciptakan karya yang baru atau dengan kata lain karya seni rupa pembaruan. Kreativitasdalam seni rupa di dalamnya terdapat estetika, karakter, inovasi, dan originalitas.Peirode Perintis (1826-1880), perkembangannya diawali oleh pelukis Raden Saleh.Berkat pengalamannya belajar menggambar dan melukis di luar negeri seperti di Belanda,Jerman, Perancis, beliau dapat merintis kemunculan seni rupa Modern di Indonesia.

6.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan seni yang berkualitas ?

v  Memiliki konstruksi estetik dan komposisi artistiknya kuat, sehingga enak dilihat dalam jangka waktu yang lama
v  Teknis membuatnya memenuhi usur tingkat kesulitan yang tinggi
v  Karyanya dibuat dengan konsep pemikiran yang menarik dan bermuatan sesuatu yang baru
v  Memiliki ciri khas dan mendapat pengakuan pemain pasar seni rupa dan kalangan akademik
v  Mengusung sosialitas,politik dan kemasyarakatan dalam negri, unsur, lokalitas kuat.

7.      Apa yang dimaksud dengan media, teknik, alat dan bahan
v  Media adalah Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya       seni.
v  Teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses pembuatan karya seni rupa.
v  Alat adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan untuk membuat suatu hasil karya.
v  Bahan adalah benda baku yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu bentuk karya.

8.      Jelaskan jenis,fungsi, dan tujuan pameran ?

v  jenis-jenis karya seni berdasarkan jenis karya seni yang dipamerkan

a.       pameran homogen, adalah kegiatan mempertunjukan mempertunjukan satu jenis karya seni saja, contoh seni lukis.
b.      Pameran heterogen , adalah kegiatan mempertunjukan berbagai jenis karya atau bermacam-macam karya seni. Contoh, pameran seni rupa.
v  Tujuan pameran :
Sebagai sarana hiburan atau rekreasi bagi kelompok pecinta seni dan masyarakat.Memberikan motivasi kepada pengunjung untuk mengambil langkah konkrit yang bermanfaat dalam berkesenian.Memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan daerah dan pengembangan budaya nasional.Wujud dari hasil praktik seni rupa. Bila praktek berkarya seni tidak ditunjukkan kepada masyarakat, maka akan menjadi pengisi ruang gudang belaka.Sarana menunjukkan dan mengembangkan bakat pelajar kepada masyarakat dan kemungkinan mendapatkan penghasilan dari bidang seni.Meningkatkan apresiasi seni pada generasi muda. Bangsa yang maju seringkali ditandai dengan besarnya apresiasi (penghargaan) mereka terhadap kehidupan seni dan budaya.
v  Fungsi pameran :
Sebagai sarana pembelajaran untuk menanamkan kesadaran akan nilai-nilai keindahan pada karya seni.Sebagai sarana rekreasi dan hiburan. Dengan melihat pameran akan timbul rasa senang, segar, menghilangkan kejenuhan dan ketegangan batin dan fisik.Sebagai sarana pencapaian prestasi. Merupakan ajang berprestasi dan berkompetisi timbul pemikiran untuk berkarya yang baik.Sebagai sarana apresiasi. Dengan melihat pameran seni maka akan muncul berbagai tanggapan berupa kritik, penilaian, sarana penghargaan, rangsangan seseorang untuk berbuat kreatif dalam berkarya seni dan berolah seni.

9.      apa maksud dan tujuan apresiasi dan apresiator ?
v  apresiasi adalah sikap menghargai sebuah karya,sedangkan apresiator adalah seseorang yang memberikan apresiasi.
v  Tujuan apresiasi dan apresiator adalah menjadikan masyarakat” melek” sehingga dapat menerima seni sebagai semestinya, selain itu mengapresiasi karya seni itu penting sekali karena akan membuat hidup lebih nikmat, gembira dan sehat



 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar