1. budaya ?
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
v
Menurut :
Edward
B. Taylor
Kebudayaan
merupakan keseluruhan yang komplek, yang didalamnya pengetahuan, kepercayaan,
kesiangan, moral, hukum, adat istidat, dan kemampuan-kemapuan lain yang didapat
oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
o
M.
Jacobs dan B.J. Stren
Kebudayaan
mencangkup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideology, religi,
dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial
o
Koentjaraningrat
Adalah
seluruh system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dalam bersikap dan
berprilaku , baik secara individu maupun kelompok .
Pendapat
pribadi : budaya adalah adat istiadat yang diturunkan dari tradisi
masyarakat dahulu kepada anak cucunya,
dan masih dipertahankan hingga sekarang.
2.
Tinjauan seni
dan budaya dalam peradaban perkembangan seni rupa di Indonesia
·
Tinjauan
Karya Seni Rupa Indonesia Islam
Latar Belakang Kebudayaan
Pada saat Islam datang ke tanah
air, terdapat kerajaan-kerajaan yang bercorak Indonesia-Hindu. Sebenarnya Islam
sudah dikenal sejak abad ke 7 di Indonesia, namun baru memiliki kekuasaan
politik dengan berdirinya kerajaan
bercorak Islam baru terjadi abad ke 13 M. Penyebaran ajaran Islam dipermudah dengan
di datangkannya guru-guru Islam. Penyebaran Islam melalui Tasawuf lebih
memudahkan terutama bagi masyarakat yang dulunya mempunyai dasar-dasar
ketuhanan. Proses Islamisasi berjalan melalui tingkat golongan raja dan
bangsawan, hal tersebut mempercepat berkembangnya Islam di Indonesia. Berdasarkan
cerita tradisional dan sumber-sumber yang dianggap sebagai pembawa dan penyebar
agama Islam di tanah Jawa adalah para wali yang kemudian terkenal dengan
sebutan Wali Songo (SembilanWali).
·
Pembagian
Sejarah Kesenian Indonesia Islam
Pembagian sejarah kesenian Indonesia
Islam
mengalami kesulitan karena penelitian terhadapa karya senirupa pada zaman Islam
belum diadakan secara intensif dan teru menerus seperti halnya seni rupa dari zaman
Hindu. Kemudian seni rupa Islam di Indonesia karena bebrapa
hal kehilangan bentuk kontinuitasnya tidak seperti yang terdapat pada
negara Islam lainnya.
·
Ciri ciri
Seni Rupa Indonesia Islam
Ciri-ciri seni rupa Indonesi
Islam dibagi menjadi tiga
yaitu dilihat dari kedudukan seniman, perana tradisi seni asing non Islam
dan Langgam dalam Seni Indonesia Islam.
Seni Bangunanan.
Pendahuluan Sebuah bangunan
akan kehilangan makna apabila tidak didukung oleh faktor estetika atau keindahan.
Karya seni bangunan Indonesia pada zaman Islam meliputi bangunan masjid dan makam
sebagai bangunan sakral dan istana atau tempat tinggal tokoh terkemuka sebagai bangunan
profan.
·
KEDUDUKAN
SENI RUPA BARU
Seni rupa kontemporer Indonesia
baru dirintis sekitar satu setengah abad yang lalu. Seni rupa kontemporer
Indonesia merupakan bentuk kreatifitas baru sebagai prakarsa termuda dalam
bidang kesenirupaan Indonesia, yang dirintis oleh seorang putra Indonesia di
masa penjajahan yang penuh kegelapan. Seni
rupa kontemporer bertujuan mengisi jiwa manusia yang
memandangnya untuk memperoleh kekayaan makna dan keindahan bathiniah yang
mendalam melalui hasi-hasil bentuk dari para kreativitaas artistik di jaman
modern ini. Karya seni rupa kontemporer Indonesia diwujudkan dalam barbagai
tema, melalui pengolahan gaya lama maupun baru, dengan media yang lama dan baru
pula. Berkembang dari melukiskan segala sesuatu yang berwujud nampak
sampai kepada yang abstrak.
·
Masa Perintis Seni Rupa Kontemporer Indonesia
Perintis Seni Rupa Kontemporer
Indonesia dimulai abad ke 19 oleh Raden Saleh yang berkesempatan belajar di
Belanda dan melukis dengan gaya naturalisis
·
Periode
Seni Lukis Indonesia Molek
Sejak wafatnya Raden Saleh,
seni lukis Indonesia mengalami kekosongan selama 30 tahun sampai pada akhirnya
disambung kembali oleh Abdullah Suryosubroto, Wakidi, dan Basuki Abdullah yang bermahzab
hindia molek. Di zaman ini juga muncul seorang pelukis yang berasal dari
Nederland yaitu Rudolf Bonet. Rudolf Bonet merupakan tokoh penting dalam
perkembangan seni lukis di Bali. Ia
menetap secara kontinu di bali dan mendirikan perkumpulan “Pita
Maha” di Ubud Bali sebagai pusatnya. Disana dia memasukan
pandangan barunya tentang melukis anatomi realistis dengan komposisi yang
disederhanakan. Dia juga mengajak para pelukis disana untuk melukiskan tema kehidupan
sehari-hari. Demikian juga pemakaian warna-warna yang tidak primer. Karena
sebelumnyapara pelukis bali terbatas hanya dengan pemakaian warna-warna biru
dan merah disamping penggunaan tinta cina dan penambahan prada emas.
·
Berdirinya
PERSAGI
PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar
Indonesia) didirikan pada 23 Oktober di Jakarta, dengan ketua Agus Djaya dan
sekretaris Sudjojono. Perkumpulan ini didirikan guna melahirkan corak persatuan
nasional. Namun hanya bertahan sampai 4 tahun saja sampai pada berakhirnya
penjajahan belandadan masuknya penjajahan Jepang di Indoneia. PERSAGI
beranggotakan: Emiria Sunassa, GA Sukirno,Sudiarjo, Herbert Hutagalung, S.
Tutur, Suromo, Surono, Oton Laksmana, Ramli, Sumitro, Suaeb, Ateng Rusyan,
Saptarita dan Abdusalam.
·
Seni
Lukis Indonesia Pada Zaman Pendudukan Jepang 1942-1945
Di zaman kependudukan Jepang
yang hanya seumur jagung itu berdiri sebuah organisasi yang dibentuk oleh
Jepang, “POETRA” dengan tujuan menarik simpati masyarakat Indonesia. Di
dalamnya terdapat bagian yang bernama “Bagian Kebudayaan” yang dipimpin oleh
Sudjojono.
3. Jelaskan
visual komunitatif dalam pengertian visual
Ø
Karena
warna dapat dilihat dan bisa melambangkan sesuatu
Ø
Karena
warna dapat digunakan dan dapat disepakati sebagai symbol-simbol sesuatu
contahnya, warna kuning tanda keagungan
atau kematian
Ø
Karena
warna dapat menghidupkan rasa ketika orang melihat
Ø
Warna Harmonis, warna diterapkan secara
naturalis seperti warna yang nampak di alam, misalnya daun berwarna hijau,
langit berwarna biru, bunga berwarna merah, dsb.
Ø
Warna Heraldis, warna yang digunakan dalam
pembuatan symbol atau lambing, misalnya : merah berarti berani, putih
berarti suci, biru berarti damai, hijau berarti sejuk, kuning berartijaya, ungu
berarti berkabung, dll.
Ø
Warna
Murni, penggunaan warna secara bebas tidak terikat oleh alam atau makna tertentu, misalnya pada karya-karya seni
modern.
4. Tuliskan ciri perkembangan seni rupa modern
a. Aliran Neo-klasikisme
Ciri-cirinya
:
·
Lukisan terikat pada norma-norma
intelektual akademis
·
Bentuk selalu seimbang dan harmonis
·
Batasan-batasan warna bersifat
bersih dan statis
·
Berisi cerita lingkungan istana dan
cenderung dilebih-lebihk
b. Aliran Romantisme
Ciri-cirinya
:
·
Lukisan mengandung cerita yang
dahsyat dan emosional
·
Warna bersifat kontras dan meriah
dan pengaturan komposisi dinamis
·
Mengandung kegetiran dan menyentuh
perasaan
·
Kedahsyatan melebihi kenyataan
c. Aliran realisme
Realisme
merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, selalu melukisan apa saja
yang dijumpainya tanpa bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahannya.
d. Aliran naturalisme
Aliran
naturalisme adalah aliran yang berusaha untuk melukiskan keadaan alam,
khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan naturalisme selalu
bertemankan keindahan alam dan isinya.
e. Aliran impresionisme
Impresionisme
adalah aliran lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak
mendetail, biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan Nampak hanya
efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu dan sangat dipengaruhi oleh
keadaan cuaca , karena melukis dilakukan diluar studio.
f. Aliran ekspresionisme
Ekspresionisme
merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan kearah
suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan.
5.
Sebutkan dan jelaskan perkembangan seni rupa di Indonesia ?
a. Seni
Rupa Prasejarah Indonesia
Jaman prasejarah (Prehistory) adalah jaman sebelum
ditemukan sumber – sumber atau dokumen – dokumen tertulis mengenai kehidupan
manusia. Latar belakang kebudayaannya berasal dari kebudayaan Indonesia yang
disebarkan oleh bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda. Agama asli pada waktu itu
animisme dan dinamisme yang melahirkan bentuk kesenian sebagai media upacara
(bersifat simbolisme).
b. Seni Rupa Indonesia Hindu
Kebudayaan Hindu berasal dari India yang
menyebar di Indonesia sekitar abad pertama Masehi melalui kegiatan perdagangan,
agama dan politik. Pusat perkembangannya di Jawa, Bali dan Sumatra yang
kemudian bercampur (akulturasi) dengan kebudayaan asli Indonesia (kebudayaan
istana dan feodal). Prose akulturasi kebudayan India dan Indonesia berlangsung
secara bertahap dalam kurun waktu yang lama, yaitu dengan proses:
§ Proses
peniruan (imitasi)
§ Proses
Penyesuaian (adaptasi)
§ Proses
Penguasaan (kreasi)
c. Seni Rupa Indonesia Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 M oleh
para pedagang dari India, Persia dan Cina. Mereka menyebarkan ajaran Islam
sekligus memperkenalkan kebudayaannya masing – masing, maka timbul akulturasi
kebudayaan.
Seni rupa Islam juga dikembangkan oleh para empu di istana – istana sebagai media pengabdian kepada para penguasa (Raja/Sultan) kemudian dalam kaitannya dengan penyebaran agama Islam, para walipun berperan dalam mengembangkan seni di masyarakat pedesaan, misalnya da’wah Islam disampaikan dengan media seni wayang
d. Seni
Rupa Indonesi Modern
Seni Rupa Modern adalah suatu
karya seni rupa yang merupakan hasil kreativitas untukmenciptakan karya yang
baru atau dengan kata lain karya seni rupa pembaruan. Kreativitasdalam seni
rupa di dalamnya terdapat estetika, karakter, inovasi, dan originalitas.Peirode
Perintis (1826-1880), perkembangannya diawali oleh pelukis
Raden Saleh.Berkat pengalamannya belajar menggambar dan melukis di luar
negeri seperti di Belanda,Jerman, Perancis, beliau dapat merintis kemunculan
seni rupa Modern di Indonesia.
6.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan seni yang berkualitas ?
v
Memiliki
konstruksi estetik dan komposisi artistiknya kuat, sehingga enak dilihat dalam
jangka waktu yang lama
v
Teknis
membuatnya memenuhi usur tingkat kesulitan yang tinggi
v
Karyanya
dibuat dengan konsep pemikiran yang menarik dan bermuatan sesuatu yang baru
v
Memiliki
ciri khas dan mendapat pengakuan pemain pasar seni rupa dan kalangan akademik
v
Mengusung
sosialitas,politik dan kemasyarakatan dalam negri, unsur, lokalitas kuat.
7.
Apa yang
dimaksud dengan media, teknik, alat dan bahan
v Media
adalah Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni.
v Teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses
pembuatan karya seni rupa.
v Alat
adalah benda yang digunakan untuk mempermudah
pekerjaan untuk membuat suatu hasil karya.
v Bahan adalah benda
baku yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau
barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu bentuk karya.
8.
Jelaskan
jenis,fungsi, dan tujuan pameran ?
v jenis-jenis karya
seni berdasarkan jenis karya seni yang dipamerkan
a. pameran
homogen, adalah kegiatan mempertunjukan mempertunjukan satu jenis karya seni
saja, contoh seni lukis.
b. Pameran
heterogen , adalah kegiatan mempertunjukan berbagai jenis karya atau
bermacam-macam karya seni. Contoh, pameran seni rupa.
v Tujuan pameran :
Sebagai
sarana hiburan atau rekreasi bagi kelompok pecinta seni dan
masyarakat.Memberikan motivasi kepada pengunjung untuk mengambil langkah
konkrit yang bermanfaat dalam berkesenian.Memupuk rasa cinta terhadap
kebudayaan daerah dan pengembangan budaya nasional.Wujud dari hasil praktik
seni rupa. Bila praktek berkarya seni tidak ditunjukkan kepada masyarakat, maka
akan menjadi pengisi ruang gudang belaka.Sarana menunjukkan dan mengembangkan
bakat pelajar kepada masyarakat dan kemungkinan mendapatkan penghasilan dari
bidang seni.Meningkatkan apresiasi seni pada generasi muda. Bangsa yang maju
seringkali ditandai dengan besarnya apresiasi (penghargaan) mereka terhadap
kehidupan seni dan budaya.
v Fungsi pameran :
Sebagai sarana pembelajaran untuk menanamkan kesadaran akan
nilai-nilai keindahan pada karya seni.Sebagai sarana rekreasi dan hiburan.
Dengan melihat pameran akan timbul rasa senang, segar, menghilangkan kejenuhan
dan ketegangan batin dan fisik.Sebagai sarana pencapaian prestasi. Merupakan
ajang berprestasi dan berkompetisi timbul pemikiran untuk berkarya yang
baik.Sebagai sarana apresiasi. Dengan melihat pameran seni maka akan muncul
berbagai tanggapan berupa kritik, penilaian, sarana penghargaan, rangsangan
seseorang untuk berbuat kreatif dalam berkarya seni dan berolah seni.
v apresiasi
adalah sikap menghargai sebuah karya,sedangkan apresiator adalah seseorang yang
memberikan apresiasi.
v Tujuan
apresiasi dan apresiator adalah menjadikan masyarakat” melek” sehingga dapat
menerima seni sebagai semestinya, selain itu mengapresiasi karya seni itu
penting sekali karena akan membuat hidup lebih nikmat, gembira dan sehat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar